Libur Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1427 H

7 09 2006

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1427 H, sekolah libur dari hari Senin 16 Oktober 2006 sampai Selasa 31 Oktober 2006. Hari Rabu 1 Nopember 2006, siswa masuk dan belajar sebagaimana biasa.





Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1427 H

7 09 2006

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1427 H, Sekolah Harapan Mulia telah membentuk Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (LAZIS) yang siap menerima dan menyalurkan Zakat Infaq dan Sadaqah kepada yang berhak menerimanya (mustahik). Karena itu bagi yang berkeinginan membayar Zakat Infaq dan Sadaqah-nya ke Sekolah Harapan Mulia dapat dilayani pada hari kerja mulai hari Kamis 28 September 2006 sampai Jumat 13 Oktober 2006 mulai pukul 08.00 WITA sampai 14.00 WITA.

Adapun besarnya zakat fitrah adalah 2½ kg beras/jiwa atau uang senilai Rp. 12.500,-/jiwa





MENGENAL ANAK

7 09 2006
Hendaklah orang-orang takut kepada Allah, seandainya mereka meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar ( S. An-Nisa –9 )

Orang tua mana yang tidak akan bahagia, bila oleh Tuhan dikaruni anak?
Semua orangtua tentu menginginkan anak hadir dalam kehidupan keluarganya.
Bahkan tidak sedikit orangtua yang belum dikaruniai putra, melakukan berbagai usaha dan upaya bahkan dana yang tidak sedikit agar buah cinta yang telah lama didambakan lahir ke alam wujud.

Namun begitu anak lahir kealam dunia, tahukah anda bahwa seketika itu juga membentanglah keluasan lautan hayat yang akan ditempuh sang anak.
Aneka ragam persoalan yang memerlukan aneka kesanggupan untuk menghadapinya. Aneka ragam persoalan di sepanjang masa yang akan dilaluinya. Benar telah ada bekal yang diberi Tuhan. Bekal berupa benih-benih kesanggupan menghadapi masalah. Tetapi itu baru benih, siapa yang menanamnya agar tumbuh, siapa yang menyiram dan memberinya pupuk agar bagus perkembangannya.

Anda harus yakin, bahwa beban pertama terletak pada pundak orang yang diberi anak oleh Tuhan. Ya siapa yang tidak gembira mendapat anak? Tetapi siapa pula yang tidak khawatir, akan menghadapi berbagai kemungkinan. Sudah pasti akan menghadapi berbagai kemungkinan. Dari kecil supaya menjadi besar, dari tidak berilmu menjadi berilmu, dari tidak bersopan santun menjadi bersopan santun, dari tidak sanggup berdiri sendiri, menjadi sanggup berdiri sendiri.
Tidak mudah bukan?

Tetapi dalam hal ini anda sebagai orangtua harus konsekwen.Tugas berat itu harus anda selesaikan, tanpa ragu-ragu lagi. Anda harus mendidik! Dan anda harus sanggup mendidik anak. Biar bagaimana atau siapa, atau apapun kedudukan anak.
Biar anda sedang dalam kelonggaran maupun sedang dalam keadaan kesempitan. Tidak ada kecualinya, anda harus memikul tugas dan tanggungjawab ini.

Anak anda merengek-rengek minta “sesuatu“. ”Terfikir“ oleh anda lebih baik anda pukul, lalu anda pukul dia. Sebenarnya bukan terfikir, tetapi lebih banyak terdorong oleh “suasana“ hati anda ketika melakukan pukulan. Lain kali, terhadap merengek-rengek lain pula sikap anda. Barangkali ketika itu fikiran anda sedang “terbuka“, lalu apa yang dikehendaki anak dengan merengek anda kabulkan.
Rengek itu kemudian jadi jalan ke hati anda. Atau kadang-kadang anda jadi permainan anak. Karena dengan merengek itu ia bisa menyaksikan anda jadi “ bola tendangannya” sekali berada di sini, sekali dalam keadaan lain pula.

Dalam hal ini anda menjadi obyek. Meminta dengan sewajarnya tidak diberi, meminta dengan rengek diberi. Jadi rengek/tangis adalah alat yang ampuh supaya kehendaknya diturut. Ini menjadi kebiasaan. Menurut Ilmu Jiwa Behaviorism pembentukan demikian disebut conditioning. Keinginan-keinginan untuk membentuk conditioning dengan rengek, tangis atau air mata. Air mata itu adalah pernyataan emosi yang terbentuk karena conditioning itu. Tiap-tiap kali ada kehendak, otomatis terjadi rengek dan keluarnya air mata. Bila terjadi demikian, fungsi-fungsi berfikir yang menetralkanemosi bila sedang bekerja, jadi tergenjet, jadi kurang kerjanya, fikiran jadi lemah. Emosi bersifat mengerem atau merintangi fikiran.

Dalam hal ini orangtua/pendidik harus kuat hatinya. Bila gejala perengek itu muncul lebih baik jangan dihiraukan. Jangan sampai ada kesan sama sekali bahwa ada harganya merengek itu. Paling kurang jangan ada kesan bahwa rengek itu dapat dipergunakan untuk menarik perhatian. Dalam hal yang sudah agak mendalam harus dibentuk kembali conditioningnya dengan bentuk-bentuk yang menunjukkan bahwa rengek dan tangis itu malah merugikan.Benar-benar terasa hendaknya oleh anak bahwa itu merugikan lahir batin. Dalam hal ini orangtua/pendidik ibarat berlomba dengan anak. Mana yang lebih kuat hati, atau yang lebih cepat. Maka dialah yang menang. Bila orangtua/pendidik kalah, maka berlakulah kehendak Si Anak. Katanya ibu kasihan pada anak lalu kemauannya dituruti dan banyak orangtua yang berdalih demikian.

Mestinya tindakan orangtua bukan karena iba kasihan, melainkan karena sayang dan cinta. Faktor cintalah semestinya yang menyebabkan orangtua ingin melihat kemungkinan-kemungkinan hidup Anak di masa depan.

Ada juga orangtua/pendidik yang menjadikan anak sebagai obyek. Jadi taruhan yang akan diperjuangkan. Senang benar anda memperlakukan anak semaunya. Anda menyuruh ini menyuruh itu, larang ini larang itu. Coba kalau tidak dituruti, anda langsung bertindak. Tampak oleh anda anak itu lambat laun menjadi patuh dan patih benar.Senang hati anda melihat anak rajin. Sedangkan sebenarnya bukan rajin, tetapi hanya seperti mesin menurutkan perintah dan kemauan anda.
Aspek (cara-cara dari segi) ini tentu buruk benar (kemungkinannya) akibat-akibatnya. Coba anda fikir, umur anak berlalu dengan tidak pernah akan kembali surut lagi. Apa yang buruk yang telah melekat pada umur 7 tahun misalnya tidak bisa kembali pulih seperti sebelum berumur 7 tahun. Mungkin anda berharap bahwa dengan jalan re-edukasi (pendidikan ulang) keburukan itu akan dapat diatasi. Tidak! Ia adalah ibarat luka, biarpun nanti sembuh namun bekas parutnya akan senantiasa berkesan. Biarpun orang itu telah tobat dari tabiat buruknya, tetapi orang itu akan tetap memperlihatkan kabut bekas nodanya. Lebih-lebih kalau keburukan itu menimbulkan cacat berantai. Orang peminum jadi pemabuk, pemabuk jadi penjudi, penjudi jadi pemadat, pemadat jadi pemalas, sakit-sakitan dan seterusnya.

Jadi re-edukasi adalah sukar dan berbelit. Perlu dipelajari sebaik-baiknya yang merupakan kumpulan dari berbagai disiplin ilmu. Ilmu penyakit jiwa, ilmu penyembuhan batin, dan ilmu masyarakat juga. Semuanya termasuk dalam ilmu pendidikan sukar (Heilpedagogik).

Kekhilafan anak karena dengan tidak sengaja memecahkan gelas, tidak sepantasnya menimbulkan kemarahan orangtua (pendidik). Hanya dengan manis diberi nasehat supaya lebih berhati-hati di masa depan. Tetapi seharusnya pendidik marah benar, bila seorang anak melemparkan gelas sampai pecah karena kedongkolannya. Perbuatan inilah yang patut disesali dan perbuatan inilah yang perlu dihukum. Anak kehilangan suatu barang dengan tidak sengaja, kurang patut dihukum seberat dengan anak yang mencuri barang orang betapapun kecilnya.

Semua orangtua tentunya menginginkan kelak anak turunnya menjadi kuat jasmani rohaninya, tebal iman taqwanya, bakti pada orangtua, tinggi ilmu dan bahagia sejahtera hidupnya. Karena itu segala daya dan upaya dilakukan. Ibarat pepatah, bukit didaki, lembah ditimbuni tidak emas bungkal diasah, tidak air sumur digali, tidak kayu jenjang dikeping yang jauh diperdekat yang tinggi diperendah supaya bangunan bahagia yang didambakan lahir ke alam wujud.
Tetapi ………….baik yang dihadang, buruk juga yang tiba. Keberhasilan yang dikejar kegagalan yang didapat.

Jika kegagalan dimaksud adalah kegagalan dalam studi di sekolah, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi anak yang perlu dipertimbangkan, antara lain:
1. Rendahnya IQ ( Intelegensiz quotientien)
2. Kemalasan belajar
3. Kenakalan

Rendahnya IQ

Yang dimaksud dengan IQ rendah ialah IQ yang berada dibawah normal (-100). Anak yang mempunyai IQ demikian disangsikan kemampuannya untuk mengikuti pelajaran, karena daya pikir dan daya ingatannya lemah. Untuk mengatasi hal ini disarankan kepada orangtua/pendidik untuk membawa anak itu ke dokter atau psikiater untuk diperiksa.

Dari pemeriksaan akan diperoleh keterangan yang jelas tentang diri anak. Misalnya apakah anak tersebut mengidap suatu penyakit yang dapat mempengaruhi IQ nya. Dengan demikian orangtua/pendidik dapat bekerjasama dengan dokter/psikiater untuk meningkatkan IQ anak jika masih memungkinkan.

Kemalasan belajar

Kemalasan belajar dapat disebabkanb oleh berbagai hal,mislanya karena mengidap suatu penyakit yang menyebabkan malas belajar,pembawaan dari lahir dan pemngaruh lingkungan.

Kalau anak mengidap penyakit maka harus segera dibawa ke dokter untuk diobati. Kalau sebab karena pembawan dari lahir, hal tersebut dapat dilakukan dengan latihan-latihan berkesinambungan yang terarah setiap hari sampai anak dapat melakukan sendiri tanpa dorongan orangtua sehingga gerakan anak menjadi dinamis. Tetapi kalau kemalasan karena factor lingkungan yang kurang baik, orangtua hendaknya berusaha mencari lingkungan yang agak baik atau membatasi pergaulan anak dengan anak-anak nakal yang ada dilingkungannya.

Kenakalan

Anak nakal sekali. Tidak suka tinggal di rumah. Apalagi belajar di rumah. Senangnya hanya berkawan-kawan, bergerombol siang malam. Kadang-kadang terlibat kasus kriminalitas. Faktor penyebab yang paling utama adalah factor sosiologis, disamping factor keluarga yang juga tidak dapat diabaikan (terlalu memanjakan, rumah tangga yang berantakan, bisa jadi penyebab anak nakal)

Sejak kecil anak harus dibiasakan untuk sanggup bekerja sendiri. Ia harus produktif, biar bagaimanapun keadaannya. Makin besar makin dapat melakukan pekerjaan dan tugas tugas tertentu tanpa diperintah. Si pendidik tidak perlu memerintah dengan gaya aba-aba, tetapi mengajak dan merangsangkan saja segala kewajiban-kewajiban Si Anak.

Patuh berdasar disiplin adalah suatu keharusan, sehingga benar-benar menjadi kebiasaan.Kebiasaan yang akan dapat menjamin terlaksananya sifat-sifat yang baik pada anak . (Gunawan)





Struktur Organisasi

7 09 2006
STRUKTUR ORGANISASI
SEKOLAH DASAR HARAPAN MULIA
Tahun Ajaran 2006 – 2007

Husaini Ismail , SE
Ketua Yayasan Harapan Mulia

Gunawan, Ama.Pd
Kepala Sekolah

Dewan Guru
Siti Nur Hikmah, S.Pd (Wali Kelas IA)
Pratnyawati N.S., SS. (Wali Kelas IB)
Esterina Sukesi (Wali Kelas IC)
Ahmad Chudori (Al-Islam)

Muhammad Ridho’i (Al-Islam)
Yuri Muria Rachyani, SS. (Bahasa Inggris)
Trimartono Muliawan, ST. (Komputer)
Emmanuel Belo (Aritmatika)

Karyawan Non Kependidikan
Qomariah (Administrasi)
dr.Ethikasari J. (UKS)
Muhammad Ridho’i (Perpustakaan)
Nyoman Suardhika (Keamanan)
Omis (Houseman)

Haryanto (Houseman)




Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1427 H

7 09 2006

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1427 H, Sekolah Harapan Mulia telah membentuk Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (LAZIS) yang siap menerima dan menyalurkan Zakat Infaq dan Sadaqah kepada yang berhak menerimanya (mustahik). Karena itu bagi yang berkeinginan membayar Zakat Infaq dan Sadaqah-nya ke Sekolah Harapan Mulia dapat dilayani pada hari kerja mulai hari Kamis 28 September 2006 sampai Jumat 13 Oktober 2006 mulai pukul 08.00 WITA sampai 14.00 WITA.

Adapun besarnya zakat fitrah adalah 2½ kg beras/jiwa atau uang senilai Rp. 12.500,-/jiwa





Libur Awal Ramadhan 1427 H

7 09 2006

Libur Awal Ramadhan 1427 H

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1427 H, pada awal Ramadhan sekolah libur dari hari Senin 25 September 2006 sampai Rabu 27 September 2006.
Hari Kamis 28 September 2006, siswa masuk dan belajar sebagaimana biasa.





Kurikulum

7 09 2006

Kurikulum pendidikan SD Harapan Mulia ,berpedoman pada Kurikulum Nasional 2004 dan muatan lokal.

Struktur Kurikulum SD Harapan Mulia Kelas 1 & 2

MATA PELAJARAN
1. Al-Islam
2. Bahasa Indonesia
3. Matematika
4. Sains
5. Pend. Kewarganegaraan & Pengetahuan Sosial
6. Kerajinan Tangan & Kesenian
7. Pendidikan Jasmani
8. Pembiasaan
9. Al-Qur’an
10. Bhs.Inggris
11. Komputer
12. Aritmatika
13. Ekstra kurikuler ( pilihan )
Jumlah 50 jam pelajaran

Makna Pembelajaran

1. Al-Islam
Pendidikan Al-Islam, ditekankan pada pelaksanaan ibadah berdasarkan tuntunan Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam dengan merujuk Kitab Al-Qur’an dan Hadits-Hadits yang sahih. Sehingga peserta didik dapat mengamalkan ajaran Islam secara baik dan benar.
Pendidikan Al-Islam meliputi tauhid, akidah akhlak dan feqih yang disampaikan secara komprehensif. Dengan demikian peserta didik diharapkan dapat memahami konsep Islam sebagai Rahmatan lil alamin

Shalat yang merupakan tiang agama, akan dijadikan praktek sehari-hari peserta didik. Sehingga kelaknya peserta didik akan memandang bahwa shalat tidak lagi dipandang sebagai kewajiban melainkan sebagai kebutuhan.

2. Bahasa Indonesia

Bahasa merupakan sarana untuk saling berkomunikasi, saling berbagai pengalaman, saling belajar satu sama lain, serta untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kesusateraan. Standar kompetensi pelajaran Bahasa Indonesia mengupayakan peserta didik dapat mengembangkan potensi sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, minat, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya bangsa sendiri serta sikap positif terhadap Bahasa Indonesia.

3. Matematika

Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki obyek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas.

Pembelajaran matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen, sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui symbol, tabel, grafik, diagram dalam menjelaskan gagasan.

4. Sains

Sains merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap ilmiah. Pendidikan Sains di sekolah dasar bermanfaat bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar.

Pendidikan Sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan Sains diarahkan untuk “mencari tahu“ dan “berbuat“ sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

5. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial

Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu social dan kewarganegaraan. Melalui mata pelajaran Pengetahuan Sosial, peserta didik diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga negara Indonesia dan warga dunia yang efektif.

Menjadi warga Indonesia dan warga dunia yang efektif merupakan tantangan berat karena masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Untuk itu Pengetahuan Sosial dirancang untuk membangun dan merefleksikan kemampuan peserta didik dan kehidupan bermasyarakat yang selalu berubah dan berkembang secara terus menerus.

6. Kerajinan tangan dan Kesenian (Kertakes)

Pembelajaran Kertakes merupakan semua bentuk aktivitas fisik, social, psikologis dan cita rasa keindahan. Aktivitas dan cita rasa keindahan teruang dalam kegiatan berekspresi, bereksplorasi, berkreasi, dan berprestasi, melalui bahasa rupa, bunyi , gerak dan karya yang mencakup tentang gagasan seni, ketrampilan berkarya serta apresiasi dengan memperhatikan konteks social budaya masyarakat.

Kertakes diberikan untuk menumbuhkan kepekaan rasa keindahan, sehingga membentuk sikap kreatif, apresiatif dan kritis. Kertakes memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengalaman berapresiasi dan berkreasi sehingga menghasilkan suatu produk berupa benda yang bermanfaat langsung.

7. Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara sistematik, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan individu secara organik, kognitif sosial dan emosional.

Pendidikan Jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan ketrampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang.

8. Al-qur’an

Pembelajaran Al-Qur’an diarahkan kelaknya para peserta didik dapat mempelajari Al-Islam dari sumbernya yang utama. Diawali dengan pengenalan huruf Hijaiyah melalui metode Qiroati, para peserta didik diharapkan dalam akhir semester 4 (kelas 2) telah dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar. Dan diakhir tahun pembelajaran (kelas 6) telah dapat membaca Al-Qur’an dengan kaidah Tajwid yang benar dan hafal juz ke 30 (Juz Amma ‘)

9. Bahasa Inggris

Bagaimanapun Bahasa Inggris saat ini menjadi bahasa dunia dan ilmu pengetahuan. Dengan menguasai Bahasa Inggris diharapkan peserta didik akan dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan lebih cepat.selain itu para peserta didik akan dapat menjadi warga dunia yang lebih efektif.

Pemberian Pendidikan Bahasa Inggris, merupakan prioritas utama di Sekolah Harapan Mulia, hal ini berdasarkan asumsi pada saat ini lebih-lebih di masa datang kemampuan berbahasa asing (Bahasa Inggris) sangat dituntut dalam dunia kerja maupun bisnis tidak saja secara nasional terlebih di dunia internasional.

10. Komputer

Pendidikan Komputer juga merupakan prioritas utama di Sekolah Harapan Mulia. Pendidikan komputer diarahkan agar peserta didik tidak menjadi “Gatek” (gagap teknologi). Dengan pengenalan teknologi komputer secara dini, akan membuka cakrawala pemikiran peserta didik secara lebih awal untuk “menangkap“ perkembangan dunia elektronika dan informatika yang semakin canggih. Komputer yang saat ini menjadi “jendela”nya ilmu pengetahuan, pengajarannya menggunakan metode “learning be doing“.

Kemampuan mengoperasikan berbagai program komputer dengan benar, merupakan kebutuhan yang sangat mutlak saat ini terlebih di masa depan.

Dalam dunia kerja kemampuan mengoperasikan komputer merupakan nilai lebih bagi tenaga kerja, dan memiliki peluang lebih besar untuk meraih jenjang karier lebih tinggi, dibanding mereka yang tidak memiliki kemampuan tersebut.

Karena itu pemberian pendidikan Komputer merupakan prioritas di Sekolah Harapan Mulia.

11. Aritmatika

Pendidikan Aritmatika diberikan agar peserta didik lebih memahami konsep-konsep berhitung dengan lebih dalam. Teori –teori hitung yang berupa tambah–kurang, kali –bagi akan lebih mudah dicerna peserta didik melalui pengajaran aritmatika. Kemampuan menguasai ilmu aritmatika tidak saja membantu peserta didik mengaplikasikan dasar-dasar matematika, tetapi juga berperan untuk lebih mengembangkan fungsi otak kanan secara optimal.

12. Program ekstra kurikuler

Program ekstra kurikuler (eskul) diberikan sebagai wahana untuk mengakomodir bakat dan minat peserta didik untuk dapat lebih mengaktualisasi dan mengapresiasi kemampuan diri. Program eskul yang dapat menjadi alternatif pilihan peserta didik meliputi olahraga , seni ,dan kepanduan





Mengenal Anak

7 09 2006

Hendaklah orang-orang takut kepada Allah, seandainya mereka meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar ( S. An-Nisa –9 )

Orang tua mana yang tidak akan bahagia, bila oleh Tuhan dikaruni anak?
Semua orangtua tentu menginginkan anak hadir dalam kehidupan keluarganya.
Bahkan tidak sedikit orangtua yang Baca entri selengkapnya »





Link Berita Tentang Sekolah Harapan Mulia

6 09 2006

Link Berita Tentang Sekolah Harapan Mulia

Link berita http://www.cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=183





Ustadz Ayik

1 09 2006

sd-ayik-2-ok.jpgAchmad Chudori, Guru Qiro’ati

2006 bergabung dengan Sekolah Harapan Mulia