Kegiatan September – Oktober 2007

31 08 2007

6 September 2007
Outing ke Petani Garam, Benoa dan sekitarnya. Lama kegiatan jam 08.00 – 14.00. Sekolah menyediakan transportasi, snack dan air mineral untuk siswa. Untuk bekal selebihnya siswa diharapkan membawa makanan sendiri. Pakaian digunakan siswa adalah pakaian olah raga lengkap dengan topi

7 September 2007
Terima raport bulanan, jadwal akan diberitahukan menyusul. Raport bulanan hanya bisa diambil sendiri oleh wali murid dan tidak dapat diwakilkan oleh orang lain.

13 – 17 September 2007
Libur awal bulan puasa, tanggal 18 September 2007 masuk sekolah seperti biasa

18 – 24 September 2007
Sekolah seperti biasa

25 september – 1 Oktober 2007
Tes Tengah SemesterJadwal seperti yang telah dibagikan ke wali murid

2 – 3 Oktober 2007
Pesantren RamadhanWaktu pelaksanaan jam 08.00 – 12.00. Peserta adalah seluruh siswa SD Harapan Mulia. Pakaian peserta pesantren adalah busana muslim lengkap.

4 Oktober 2007
Pesantren Ramadhan & Buka Puasa Bersama. Waktu pelaksanaan jam 12.00 – buka puasa. Peserta adalah seluruh siswa SD Harapan Mulia. Pakaian peserta pesantren adalah busana muslim lengkap. Peserta Sholat Maghrib dan Buka Puasa adalah seluruh siswa SD Harapan Mulia dan Wali Murid serta Guru.

5 – 21 Oktober 2007
Libur Lebaran
” Mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin”





Kalender September – Oktober 2007

31 08 2007

6 September 2007
Outing ke Petani Garam, Benoa dan sekitarnya. Lama kegiatan jam 08.00 – 14.00. Sekolah menyediakan transportasi, snack dan air mineral untuk siswa. Untuk bekal selebihnya siswa diharapkan membawa makanan sendiri. Pakaian digunakan siswa adalah pakaian olah raga lengkap dengan topi

7 September 2007 Baca entri selengkapnya »





Jadwal TTS 1 TA 2007-2008

31 08 2007

Jadwal Tes Tengah Semester (TTS) 1 tahun ajaran 2007-2008 sudah dapat dilihat di halaman kalender atau klik di http://kalender-hm.blogspot.com/ , diharapkan orangtua/wali murid dapat membantu mempersiapkan putra-putrinya untuk mengikuti Tes Tengah Semester ini.





Kalender bulan September – Oktober 2007

30 08 2007

Kalender kegiatan pada tengah semester pertama dan kalender kegiatan menyambut Ramadhan 1428 H dapat dilihat pada halaman kalender atau klik http://kalender-hm.blogspot.com/





Mister Edi

15 08 2007

Zami’udin H., House Keeping

2007 bergabung dengan Sekolah Harapan Mulia





Upacara 17-an

10 08 2007

Upacara memperingati HUT RI ke-62 pada 17 Agustus 2007 dilaksanakan di sekolah. Upacara kali ini akan diikuti oleh siswa siswi, guru, karyawan, yayasan dan orangtua/wali murid.
Setelah kegiatan upacara akan diadakan beberapa lomba / fun games yang dikuti oleh siswa siswi, guru, karyawan, yayasan dan orangtua/wali murid.





IMPLEMENTASI KBK – (Bag. 1)

6 08 2007

IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)

Pendahuluan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disebut Kurikulum 2004, mulai diberlakukan secara berangsur-angsur tahun ajaran 2004-2005, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum 2004 diberlakukan sebagai pengganti Kurikulum 1994

Kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian merupakan tiga dimensi dari sekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Kurikulum merupakan penjabaran dan tujuan pendidikan yang menjadi landasan proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum. Penilaian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kurikulum.

Seorang guru professional harus Menguasai ketiga dimensi tersebut, yaitu penguasaan kurikulum termasuk di dalamnya penguasaan materi, penguasaan metode pengajaran, dan penguasaan penilaian. Apabila guru memiliki kelemahan dalam satu dimensi, tentunya hasil belajar akan kurang optimum.

Karena itu perubahan kurikulum harus diantisipasi dan dipahami oleh berbagai pihak, karena kurikulum sebagai rancangan pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran, yang akan menentukan proses dan hasil pendidikan.

Perubahan kurikulum dari kurikulum berbasis isi ke kurikulum berbasis kompetensi berimplikasi pada terjadinya perubahan paradigm pada proses pembelajaran, yaitu dari apa yang harus diajarkan (isi) menjadi apa yang harus dikuasai peserta didik (komptensi).
Perubahan kurikulum tersebut tidak hanya sekedar mengakibatkan terjadinya penyesuaian substansi materi dari format kurikulum yang menekankan pada isi ke kurikulum yang menekankan pada tuntutan kompetensi, tetapi juga terjadi pergeseran paradigm dari pendekatan pendidikan yang berorientasi masukan (input oriented education) ke pendekatan pendidikan yang berorientasi hasil atau standar (outcome based education)

Perubahan kurikulum tersebut juga membawa implikasi terhadap cara guru mengajar (proses pembelajaran). Semula guru lebih menekankan pada selesainya pokok bahasan (isi), tetapi melupakan hasil. Dengan Kurikulum 2004, yang menekankan pada kompetensi (berbasis kompetensi), pendidikan lebih ditujukan kepada hasil dengan metode yang bervariasi.

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





IMPLEMENTASI KBK – (Bag. 2)

6 08 2007

Komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Pada KBK terdapat tiga komponen utama, yaitu :
1. Standar Kompetensi
2. Silabus
3. Persiapan mengajar

Kompetensi
Kompetensi yang ingin dicapai oleh suatu sekolah perlu didiskripsikan secara jelas dan tertulis, baik yang menyangkut kemampuan intelektual, sosial, emosional, moral maupun kemampuan spiritual untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan visi dan misi sekolah.

Sedikitnya terdapat Sembilan kompetensi dasar yang perlu dikembangkan dalam implementasi Kurikulum 2004 di sekolah, agar peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik dan mendayagunakan hasil pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
1. Kompetensi dasar iman dan taqwa
2. Kompetensi dasar bahasa asing (Inggris)
3. Kompetensi dasar komputer dan internet
4. Kompetensi dasar tata karma dan budi pekerti
5. Kompetensi dasar komunikasi dan teknologi
6. Kompetensi dasar penelitian
7. Kompetensi dasar organisasi
8. Kompetensi dasar kemasyarakatan
9. Kompetensi dasar kewirausahaan

Silabus
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang pengembangan kurikulum yang mencakup kegiatan pembelajaran, pengelolaan kurikulum berbasis sekolah dan hasil belajar serta penilaian berbasis kelas. Silabus merupakan kerangka inti dari Kurikulum 2004 yang berisikan tiga komponen utama, yang dapat menjawab permasalahan, yaitu :
1. Kompetensi apa yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran
2. Kegiatan apakah yang harus dilakukan untuk menanamkan kompetensi tersebut
3. Upaya apa yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik

Silabus merupakan uraian yang lebih rinci mengenai kompetensi dasar, materi standar dan hasil belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik sehubungan suatu mata pelajaran.

Pengembangan silabus harus dilakukan secara sistematis, dan mencakup komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Beberapa komponen silabus yang harus dipahami antara lain:
1. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar dalam silabus berfungsi untuk mengarahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran
2. Materi standar
Materi standar dalam silabus berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada peserta didik dan guru tentang apa yang harus dipelajari dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
3. Hasil belajar
Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku yang akan dicapai oleh peserta didik, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji. Hasil belajar ini dapat berbentuk pengetahuan, ketrampilan maupun sikap.
4. Indikator hasil belajar
Indikator pencapaian hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya perubahan perilaku pada peserta didik. Tanda-tanda ini lebih spesifik dan lebih dapat diamati dalam diri peserta didik. Jika serangkaian indicator hasil belajar sudah nampak pada diri peserta didik, maka target kompetensi dasar tersebut sudah tercapai.
5. Penilaian berbasis kelas
Penilaian berbasis kelas (PBK) dalam silabus berfungsi sebagai alat atau strategi untuk mengukur hasil belajar peserta didik. PBK melalui pendekatan proses dan hasil belajar dapat dilakukan dengan mengumpulkan hasil kerja peserta didik (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), dan tes tertulis. Hasil PBK dapat digunakan untuk memperbaiki program pembelajaran, menentukan tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi dasar dan prestasinya, dan menentukan keberhasilan penerapan kurikulum secara keseluruhan.
6. Prosedur pembelajaran
Prosedur pembelajaran dalam silabus berfungsi mengarahkan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh peserta didik dan guru dalam membentuk kompetensi dasar. Dalam garis besarnya prosedur pembelajaran ini mencakup :
- Kegiatan awal (pembuka)
- Kegiatan inti (pembentukan kompetensi)
- Kegiatan akhir (penutup)
Dalam kegiatan akhir dapat dilakukan penilaian untuk mencek ketercapaian kompetensi dasar oleh peserta didik.

Persiapan Mengajar
Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang akan dilakukan. Dengan demikian persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi, yakni :
1. Kompetensi dasar
2. Materi standar
3. Indikator hasil belajar
4. Penilaian berbasis kompetensi

Tugas guru yang utama terkait dengan persiapan mengajar adalah menjabarkan silabus ke dalam persiapan mengajar yang lebih operasional dan rinci. Agar guru dapat membuat persiapan mengajar yang efektif dan berhasil guna, dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan persiapan mengajar, baik berkaitan dengan hakekat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan persiapan mengajar serta cara mengukur efektifitas persiapan mengajar.

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





KIAT MEMILIH BAHAN AJAR – (Bag. 1)

6 08 2007
KIAT MEMILIH BAHAN AJAR

Masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru member bahan ajarterlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai oleh siswa.

Pembelajaran berbasis kompetensi didasarkan atas pokok-pokok pikiran apa yang ingin dicapai oleh siswa melalui kegiatan pembelajaran yang harus dirumuskan dengan jelas. Perumusan dimaksud diwujudkan dalam bentuk standar kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa.

Standar kompetensi berisikan standar materi dan standar isi. Standar materi berisikan jenis, kedalaman dan ruang lingkup materi pembelajaran yang harus dikuasai siswa. Standar isi berisi tingkat penguasaan yang harus ditampilkan siswa. Tingkat penguasaan itu misalnya harus 100% atau boleh kurang dari 100%.

Cakupan atau ruang lingkup serta kedalaman materi pembelajaran perlu diperhatikan agar tidak kurang dan tidak lebih. Urutan perlu diperhatikan agar pembelajaran menjadi runtut. Perlakuan (cara mengajarkan / menyampaikan dan mempelajari) perlu dipilih setepat-tepatnya agar tidak salah mengajarkan atau mempelajarinya (misalnya perlu kejelasan apakah suatu materi harus dihafalkan, dipahami atau diaplikasikan).

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





KIAT MEMILIH BAHAN AJAR – (Bag. 2)

6 08 2007

Pengertian Bahan Ajar
Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari : pengetahuan, keterampilan, sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara rinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari :
1. Pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur)
2. Keterampilan
3. Sikap atau nilai

Termasuk materi fakta adalah nama-nama obyek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dsb. (Ibukota RI adalah Jakarta, Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Presiden RI yang ke-4 adalah Abdurrahman Wahid)

Termasuk materi konsep adalah pengertian, difinisi, cirri khusus, komponen atau bagian suatu obyek. (Kursi adalah tempat duduk berkaki empat, ada sandaran dan ada lengannya)

Termasuk materi prinsip adalah dalil, rumus, adagium, teorema atau hubungan antar konsep yang menggambarkan “jika ….. maka …. “ (jika logam dipanaskan maka akan memuai, rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi)

Materi jenis prosedur adalah materi yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu tugas (langkah-langkah mengoperasikan komputer, cara menyetel televisi)

Materi sikap (afektif) adalah materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya kejujuran, kasih saying, tolong menolong, semangat dan minat belajar, semangat bekerja, dsb.

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





KIAT MEMILIH BAHAN AJAR – (Bag. 3)

6 08 2007

Klasifikasi Materi Pembelajaran

Fakta
Pengertian : menyebutkan kapan, berapa, siapa, dimana
Contoh :
- Puputan Margarana terjadi pada tanggal 20 Nopember 1946
- Setiap kesebelasan sepakbola bertanding terdiri dari 11 orang
- Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta
- Pura Besakih terletak di kabupaten Karangasem

Konsep
Pengertian : difinisi, identifikasi, klasifikasi, cirri-ciri khusus
Contoh :
- Hukum ialah peraturan yang harus dipatuh taati, dan jika dilanggar dikenai sanksi berupa denda atau pidana
- Tukul Arwana adalah pembawa acara empat mata, berbadan semampai, rambut cepak, mata lebar dan bibir monyong

Prinsip
Pengertian : penerapan dalil, hukum atau rumus (jika … maka …)
Contoh :
- Hukum permintaan dan penawaran (jika penawaran tetap permintaan naik, maka harga akan naik)

Prosedur
Pengertian : bagan arus atau bagan alur, langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut
Contoh :
- Langkah-langkah menjumlahkan pecahan adalah :
1. Menyamakan penyebut
2. Menjumlah pembilang dengan pembilang dari penyebut yang telah disamakan
3. Menuliskan dalam bentuk pecahan hasil penjumlahan pembilang dan penyebut yang telah disamakan

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





KIAT MEMILIH BAHAN AJAR – (Bag. 4)

6 08 2007

Prinsip-prinsip Pemilihan Bahan Ajar

1. Prinsip relevansi
Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar
Jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan

2. Prinsip konsistensi
Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam
Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian

3. Prinsip kecukupan
Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa Menguasai kompetensi dasar yang diajarkan
Jika materi terlalu sedikit dan kurang membantu, mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





KIAT MEMILIH BAHAN AJAR – (Bag. 5)

6 08 2007

Strategi Penyampaian Bahan Ajar

1. Strategi urutan penyampaian simultan
Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, baru kemudian diperdalam satu demi satu (metode global). Misalnya guru akan mengajarkan materi Rukun Islam. Mula-mula guru menyajikan kelima rukun sekaligus, kemudian setiap rukun disajikan secara mendalam

2. Strategi urutan penyampaian suksesif
Jika guru menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian suksesif, sebuah materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula

3. Strategi penyampaian fakta
Jika guru menyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta (nama benda, nama tempat, sejarah, nama orang, nama lambing atau symbol, dsb) strategi yang digunakan untuk mengajarkan materi tersebut adalah sebagai berikut :
- Sajikan materi fakta dengan lisan, tulisan, atau gambar
- Berikan bantuan kepada siswa untuk menghafal. Bantuan diberikan dalam bentuk penyampaian secara bermakna, menggunakan jembatan ingatan /jembatan keledai
Contoh penggunaan jembatan keledai / jembatan ingatan, misalnya :
PAO-HOA (Panas April – Oktober, Hujan Oktober – April)
Untuk menghafal nama-nama bulan berumur 30 hari digunakan AJUSENO (April, Juni, September, Nopember)

4. Strategi penyampaian materi pembelajaran prinsip
Termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum, dsb. Langkah-langkah mengajarkan materi pembelajaran jenis prinsip adalah :
- Sajikan prinsip
- Berikan bantuan berupa contoh penerapan prinsip
- Berikan soal-soal latihan
- Berikan umpan balik
- Berikan tes

Contoh :
Cara mengajarkan rumus menghitung luas bujur sangkar dengan tujuan siswa mampu menerapkan rumus tersebut.

Langkah 1 : sajikan rumus
Rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi x sisi atau sisi kuadrat

Langkah 2 : memberikan bantuan
Berikan bantuan cara menghafal rumus dilengkapi contoh penerapan rumus menghitung luas bujur sangkar. Misalnya sebuah karton berbentuk bujur sangkar panjang sisinya 30 cm
Rumus : Luas bujur sangkar sisi x sisi
Luas karton adalah 30 cm x 30 cm = 900 cm2

Langkah 3 : memberikan latihan
Berikan soal-soal serupa dengan merubah bilangannya. Misalnya sisi karton 40 cm, 25 cm, dsb.

Langkah 4 : memberikan umpan balik
Beritahukan kepada siswa apakah jawaban mereka betul atau salah. Jika betul berikan penguatan, misalnya “Ya jawabanmu betul”. Jika salah berikan koreksi pembetulan

Langkah 5 : berikan tes
Berikan soal tes secukupnya menggunakan benda dengan panjang sisi yang berbeda pula. Misalnya:
- Sebuah ubin marmer berbentuk bujur sangkar dengan panjang sisinya 50 cm. hitunglah luas ubin itu?
- Sebuah papan berbentuk bujur sangkar, panjang sisinya 35 cm. Berapakah luas papan itu?

Pengayaan
Lantai sebuah ruangan ditutupi 20 buah keramik berbentuk bujur sangkar yang panjang sisinya 30 cm. Berapakah luas lantai ruang tersebut?

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





KIAT MEMILIH BAHAN AJAR – (Bag. 6)

6 08 2007

Tentang Menghafal Dalam Pembelajaran

Ada 2 jenis menghafal
1. Menghafal verbal
Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti adanya. Terdapat materi pembelajaran yang memang harus dihafal persis seperti apa adanya.
Misalnya : nama tempat, nama orang, bacaan shalat, dsb.

2. Menghafal paraphrase
Menghafal paraphrase adalah menghafal tidak persis seperti apa adanya, tetapi dapat diungkapkan dengan kalimat atau bahasa sendiri.
Misalnya : Isi Pembukaan UUD 1945, dalil Archimedes, sejarah Nabi Muhammad SAW, dsb.

(Kiat Memilih Bahan Ajar disarikan dari : Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar 2004 ,dengan penyesuaian – Gunawan)
Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





Implementasi KBK – (Bag. 1)

6 08 2007

IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)

Pendahuluan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disebut Kurikulum 2004, mulai diberlakukan secara berangsur-angsur tahun ajaran 2004-2005, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum 2004 diberlakukan sebagai pengganti Kurikulum 1994

Kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian merupakan tiga dimensi dari sekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Kurikulum Baca entri selengkapnya »