Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan dalam Meningkatkan Moral Anak Bangsa
Bersama : Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO
Guru Besar Universitas Negeri Jakarta
Fungsi Pendidikan
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
(UU Sisdiknas pasal3) 
Pemahaman mengenai Sukses Pendidikan
Pendidikan yang sukses adalah pendidikan
yang mampu mengantarkan anak menjadi:
1. Bertaqwa
2. Berkepribadian matang
3. Berilmu mutakhir dan berprestasi
4. Mempunyai rasa kebangsaan
5. Berwawasan global
Proses pembelajaran menurut PP No. 19 Tahun 2005
Proses pembelajaran diselenggarakan sedemikian rupa sehingga terasa hidup, memotivasi, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya.
Dalam proses pembelajaran, pendidik memberikan keteladanan.
Kompetensi Guru
Guru harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.
Kompetensi akademik adalah kompetensi keilmuan yang dibuktikan dengan ijazah atau sertifikat keahlian yang relevan.
Kompetensi sebagai agen pembelajaran meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan.
Perbedaan Pendekatan Kurikulum
Fungsional
1. Behavior approach
2. Set criteria of success/ failure
3. Fixed objectives
4. Structured
5. Koginitif, measurable, pragmatic.
6. Rigid
Kontekstual
1. Discovery open result
2. Intrinsic value
3. Individual target oriented
4. Social, emotional, kognitif.
5. Unpredictable
6. flexible
Dampak dari Pendekatan Kurikulum Pembelajaran
Fungsional
1. Kejenuhan/Kebosanan
2. Frustasi
3. Menyesal
4. Moral yang rendah
Kontekstual
1. Kebebasan yang penuh
2. Hubungan yang baik
3. Menyenangkan/fun
4. Emosional, sosial, emphatic, dan kognitif terlayani
Kenali Ragam Potensi Kecerdasan Anak
1. Potensi Spiritual
Mampu menghadirkan Tuhan/Keimanan dalam setiap aktifitas.
Kegemaran berbuat untuk Allah.
Disiplin Beribadah
Sabar berupaya
Berterima kasih/bersyukur atas pemberian Tuhan kepada kita.
2. Potensi Perasaan
Mengendalikan emosi
Mengerti perasaan orang lain
Senang bekerjasama
Menunda kepuasan sesaat
Berkepribadian stabil
3. Potensi Akal
Kemampuan berhitung
Kemampuan Verbal
Kemamuan spasial
Kemampuan Membedakan
Kemampuan membuat daftar prioritas.
4. Potensi Sosial
1. Senang berkomunikasi
2. Senang menolong
3. Senang berteman
4. Senang membuat orang lain senang
5. Senang bekerjsama
5. Potensi Jasmani
Sehat secara medis
Tahan cuaca
Tahan bekerja keras
Kecenderungan Sikap
Tidak Stabil
Sangat Murung Tegang Tidak Bersemangat Penuh perhitungan Kaku Dingin Pendiam Pasif Perasa Tidak Tenang Agresif Negatif Berubah-ubah
Stabil
Hati-hati Tenggang Rasa Damai Terkendali Dapat dipercaya Emosi Seimbang Optimis Aktif Bermasyarakat Orientasi Bergembira Pemimpin Merdeka Fleksibel/Memahami Perbedaan Senang Berkomunikasi
Intellectual Virtues
Intellectual Empathy
Intellectual Autonomy
Intellectual Integrity
Intellectual Humility
Intellectual Sense of Justice
Intellectual Perseverance
Intellectual Confidence in Reason
Intellectual Courage
Watak yang penting untuk dikembangkan
1. Bertaqwa
2. Fleksibel (flexible)
3. Keterbukaan (open)
4. Ketegasan (decisive)
5. Berencana (organize)
6. Mandiri (independence)
7. Toleransi (tolerate)
8. Disiplin (discipline)
9. Berani ambil resiko (Risk taker)
10. Sportif (Sportive)
11. Setia kawan (loyalty)
12. Integritas (integrity)
13. Orientasi masa depan-penyelesaian tugas (Future oriented)
Komentar