Implementasi KBK – (Bag. 1)

6 08 2007

IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)

Pendahuluan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disebut Kurikulum 2004, mulai diberlakukan secara berangsur-angsur tahun ajaran 2004-2005, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum 2004 diberlakukan sebagai pengganti Kurikulum 1994

Kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian merupakan tiga dimensi dari sekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Kurikulum merupakan penjabaran dan tujuan pendidikan yang menjadi landasan proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum. Penilaian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kurikulum.

Seorang guru professional harus Menguasai ketiga dimensi tersebut, yaitu penguasaan kurikulum termasuk di dalamnya penguasaan materi, penguasaan metode pengajaran, dan penguasaan penilaian. Apabila guru memiliki kelemahan dalam satu dimensi, tentunya hasil belajar akan kurang optimum.

Karena itu perubahan kurikulum harus diantisipasi dan dipahami oleh berbagai pihak, karena kurikulum sebagai rancangan pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran, yang akan menentukan proses dan hasil pendidikan.

Perubahan kurikulum dari kurikulum berbasis isi ke kurikulum berbasis kompetensi berimplikasi pada terjadinya perubahan paradigm pada proses pembelajaran, yaitu dari apa yang harus diajarkan (isi) menjadi apa yang harus dikuasai peserta didik (komptensi).
Perubahan kurikulum tersebut tidak hanya sekedar mengakibatkan terjadinya penyesuaian substansi materi dari format kurikulum yang menekankan pada isi ke kurikulum yang menekankan pada tuntutan kompetensi, tetapi juga terjadi pergeseran paradigm dari pendekatan pendidikan yang berorientasi masukan (input oriented education) ke pendekatan pendidikan yang berorientasi hasil atau standar (outcome based education)

Perubahan kurikulum tersebut juga membawa implikasi terhadap cara guru mengajar (proses pembelajaran). Semula guru lebih menekankan pada selesainya pokok bahasan (isi), tetapi melupakan hasil. Dengan Kurikulum 2004, yang menekankan pada kompetensi (berbasis kompetensi), pendidikan lebih ditujukan kepada hasil dengan metode yang bervariasi.

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007


Aksi

Information

3 responses

12 01 2008
TamamiWare

Yth.
Mohon maaf saya ingin memberikan koreksi seperlunya.
1. Saat ini pemerintah telah mengambangkan Kurikulum TIngkat Satua n Pendidikan (KTSP) yang seyogyanya diterapkan di seluruh tingkatan mulai SD sampai dengan SMA.
2. PEmahaman dasar mengenai Materi Pembelajran, Sumber Belajar, dan Bahan Ajar seharusnya dibedakan. Materi Pembelajran dalam KTSP dirumuskan sebagaimana mengacu Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dan bisa dikembangkan sendiri oleh sekolah. Sedangkan dalam pengembangannya, bisa menggunakan Sumber belajar apapun yang sesuai. Dari seluruh sumber belajar yang dijadikan acuan, dibuatlah Bahan Ajar yang diimplementasikan dalam KBM.
3. Mohon melakukan studi banding ke sekolah-sekolah, pada tingkatan apapun yang telah melaksanakan KTSP untuk menyamakan persepsi. Meskipun pada akhirnya, keberhasilan pembelajran tergantung pada proses, bukan semata-mata dari pengembangan kurikulum itu sendiri., mohon tetap menambah informasi tentang perkembangan pendidikan kita.
4. Maaf bila ada yang kurang berkenan, terima kasih

Ali Tamami, tim pengembang KTSP dan TIK Direktorat Pembinaan SMA Depdiknas

12 01 2008
TamamiWare

JIka ada pertanyaan seputar KTSP, bisa menghubungi saya di http://www.tamamiware.net atau langsung ke Subdit Pembelajaran Direktorat PSMA Depdiknas Jakarta

20 03 2008
harapanmulia

terimakasih Pak Ali Tamami atas masukannya, mulai 1 maret 2008 ini web sekolah kami pindah ke https://harapanmulia.wordpress.com
http://tulisanharapanmulia.wordpress.com
http://yayasanharapanmulia.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: