IMPLEMENTASI KBK – (Bag. 2)

6 08 2007

Komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Pada KBK terdapat tiga komponen utama, yaitu :
1. Standar Kompetensi
2. Silabus
3. Persiapan mengajar

Kompetensi
Kompetensi yang ingin dicapai oleh suatu sekolah perlu didiskripsikan secara jelas dan tertulis, baik yang menyangkut kemampuan intelektual, sosial, emosional, moral maupun kemampuan spiritual untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan visi dan misi sekolah.

Sedikitnya terdapat Sembilan kompetensi dasar yang perlu dikembangkan dalam implementasi Kurikulum 2004 di sekolah, agar peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik dan mendayagunakan hasil pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
1. Kompetensi dasar iman dan taqwa
2. Kompetensi dasar bahasa asing (Inggris)
3. Kompetensi dasar komputer dan internet
4. Kompetensi dasar tata karma dan budi pekerti
5. Kompetensi dasar komunikasi dan teknologi
6. Kompetensi dasar penelitian
7. Kompetensi dasar organisasi
8. Kompetensi dasar kemasyarakatan
9. Kompetensi dasar kewirausahaan

Silabus
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang pengembangan kurikulum yang mencakup kegiatan pembelajaran, pengelolaan kurikulum berbasis sekolah dan hasil belajar serta penilaian berbasis kelas. Silabus merupakan kerangka inti dari Kurikulum 2004 yang berisikan tiga komponen utama, yang dapat menjawab permasalahan, yaitu :
1. Kompetensi apa yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran
2. Kegiatan apakah yang harus dilakukan untuk menanamkan kompetensi tersebut
3. Upaya apa yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik

Silabus merupakan uraian yang lebih rinci mengenai kompetensi dasar, materi standar dan hasil belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik sehubungan suatu mata pelajaran.

Pengembangan silabus harus dilakukan secara sistematis, dan mencakup komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Beberapa komponen silabus yang harus dipahami antara lain:
1. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar dalam silabus berfungsi untuk mengarahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran
2. Materi standar
Materi standar dalam silabus berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada peserta didik dan guru tentang apa yang harus dipelajari dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
3. Hasil belajar
Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku yang akan dicapai oleh peserta didik, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji. Hasil belajar ini dapat berbentuk pengetahuan, ketrampilan maupun sikap.
4. Indikator hasil belajar
Indikator pencapaian hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya perubahan perilaku pada peserta didik. Tanda-tanda ini lebih spesifik dan lebih dapat diamati dalam diri peserta didik. Jika serangkaian indicator hasil belajar sudah nampak pada diri peserta didik, maka target kompetensi dasar tersebut sudah tercapai.
5. Penilaian berbasis kelas
Penilaian berbasis kelas (PBK) dalam silabus berfungsi sebagai alat atau strategi untuk mengukur hasil belajar peserta didik. PBK melalui pendekatan proses dan hasil belajar dapat dilakukan dengan mengumpulkan hasil kerja peserta didik (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), dan tes tertulis. Hasil PBK dapat digunakan untuk memperbaiki program pembelajaran, menentukan tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi dasar dan prestasinya, dan menentukan keberhasilan penerapan kurikulum secara keseluruhan.
6. Prosedur pembelajaran
Prosedur pembelajaran dalam silabus berfungsi mengarahkan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh peserta didik dan guru dalam membentuk kompetensi dasar. Dalam garis besarnya prosedur pembelajaran ini mencakup :
– Kegiatan awal (pembuka)
– Kegiatan inti (pembentukan kompetensi)
– Kegiatan akhir (penutup)
Dalam kegiatan akhir dapat dilakukan penilaian untuk mencek ketercapaian kompetensi dasar oleh peserta didik.

Persiapan Mengajar
Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang akan dilakukan. Dengan demikian persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi, yakni :
1. Kompetensi dasar
2. Materi standar
3. Indikator hasil belajar
4. Penilaian berbasis kompetensi

Tugas guru yang utama terkait dengan persiapan mengajar adalah menjabarkan silabus ke dalam persiapan mengajar yang lebih operasional dan rinci. Agar guru dapat membuat persiapan mengajar yang efektif dan berhasil guna, dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan persiapan mengajar, baik berkaitan dengan hakekat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan persiapan mengajar serta cara mengukur efektifitas persiapan mengajar.

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007


Aksi

Information

One response

19 05 2010
neti

kalo bisa tulisannya diperluas dengan bagan-bagan bukan hanya penjelasan saja.terinma kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: