Pengajian

25 10 2010

Pengajian Harapan Mulia, Alhamdulillah. Hari sabtu 23 Oktober 2010 Semua staff dan guru PG-TK-SD-SMP-SMA Harapan Mulia mengadakan pengajian rutin setiap sebulan sekali. Dari pukul 08.00 – 12.00 Wita bertempat di sekolah Harapan Mulia. Acaranya dimulai dari pembukan, pembacaan ayat suci Al Qu’an dan Tausyiayah oleh Ust. Nasrul Huda. Kemudian dilanjutkan dengan sharing oleh Ibu Hj. Denny Kus Sandra, S.E sebagai Finance Control Sekolah Harapan Mulia.

Ust. Nasrul Huda memaparkan tentang bagaimana bersikap professional dalam diri kita. Di mulai dari Niat merupakan awal dari setiap hal yang akan dijalankan oleh seseorang. Tidak ada satu perkara pun yang dikerjakan oleh seseorang yang tidak disertai dengan niat. Niat juga bukan sekedar ucapan di mulut saja, tetapi lebih dari itu niat ini berasal dari hati setiap orang yang akan mengerjakan suatu hal.

Niat ini juga akan menjadi penentu baik-buruknya atau sukses-tidaknya setiap perkara yang dikerjakan oleh seseorang. Baik itu yang berhubungan dengan ibadah, pekerjaan, bahkan dalam belajar sekalipun. Seseorang dalam beribadah jika niatnya benar, ikhlas karena Allah, Insya Allah ibadahnya pun akan menjadi benar dan diterima oleh Allah. Tetapi jika niatnya tidak benar, maka ibadahnya pun akan menjadi sia-sia dan tidak akan mendapatkan pahala apapun dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Seseorang dikatakan profesional jika ia memiliki keahlian dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan pekerjaannya. Makin baik dan sempurna hasil pekerjaan yang dilakukannya, kita akan sepakat mengatakan itulah profesional sejati. Di samping itu, ciri dari seorang profesional adalah adanya etos kerja yang tinggi dan selalu bersemangat dalam bekerja. Etos kerja inilah yang membuat seseorang mampu bekerja dengan baik dan optimal.

Profesional didefinisikan sebagai kemampuan menangani amanah, pekerjaan yang dibebankan kepada sesesorang dengan berlatar belakang ilmu dan kapasitas yang dimilikinya. Tanpa melihat usia atau lama dia bekerja pada sebuah perusahaan.

Kenapa sikap profesionalitas ini penting? Karena dunia akan terus berkembang dengan tantangan-tantangan yang lebih kompleks. Tanpa dibarengi dengan peningkatan manusianya kita akan ketinggalan dari orang lain. Siapa yang mengesampingkan profesionalitas akan tersisih dari berbagai persaingan kerja di masa depan.

Dalam khasanah Islam, profesional adalah satu sikap yang bisa dikaitkan dengan padanan kata ihsan. Setiap manusia, seperti diungkapkan Al-Qur’an, diperintahkan untuk berbuat ihsan agar dicintai Allah. Kata ihsan sendiri merupakan salah satu pilar di samping kata Iman dan Islam. Dalam pengertian yang sederhana, ihsan berarti kita beribadah kepada Allah seolah-olah Ia melihat kita. Jika kita tidak bisa melihat-Nya, yakinlah pada kenyataannya Allah menyaksikan setiap perbuatan dan desir kalbu kita. Ihsan adalah perbuatan baik dalam pengertian sebaik mungkin atau secara optimal. Ihsan berarti optimalisasi hasil kerja dengan jalan melakukan pekerjaan itu sebaik mungkin, bahkan sesempurna mungkin. Allah sendiri mewajibkan ihsan atas segala sesuatu seperti tercermin dalam Al-Qur’an. Yang membuat baik, sebaik-baiknya segala sesuatu yang diciptakan-Nya. (Q.S. 32: 7 )

Dari riwayat di atas dan uraian Al-Qur’an jelaslah bahwa setiap muslim harus menjadi seorang pekerja yang profesional. Jika hal itu mampu diwujudkan, berarti ia melaksanakan salah satu perintah Allah untuk berbuat ihsan dan juga mensyukuri karunia Allah berupa kekuatan akal dan fisiknya yang diberikan sebagai bekal dalam bekerja. Mengabaikan potensi akal dan fisik tersebut atau “tidak menajamkannya” bisa diartikan tidak mensyukuri nikmat dan karunia Illahi Rabbi.

Seseorang dikatakan profesional jika ia memiliki keahlian dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan pekerjaannya. Makin baik dan sempurna hasil pekerjaan yang dilakukannya, kita akan sepakat mengatakan itulah profesional sejati. Di samping itu, ciri dari seorang profesional adalah adanya etos kerja yang tinggi dan selalu bersemangat dalam bekerja. Etos kerja inilah yang membuat seseorang mampu bekerja dengan baik dan optimal.

Dalam Islam, etos kerja (himmatul ‘amal) merupakan bagian yang amat penting dan mendasar. Di mana Islam mendorong setiap manusia untuk selalu bekerja keras serta bersungguh-sungguh mencurahkan tenaga dan kemampuannya dalam bekerja.

Begitu besarnya penghargaan Islam terhadap kesungguhan bekerja, hingga Islam (Allah swt.) menempatkannya dalam kategori ibadah. Artinya, aktivitas kerja dalam pandangan Allah (Islam) merupakan bagian dari ibadah yang akan mendapatkan bukan saja keuntungan material, tetapi juga pahala dari sisi Allah swt. Bahkan dalam beberapa hadits dikatakan, bahwa bekerja dengan sungguh-sungguh dapat menghapuskan dosa yang tidak bisa dihapus oleh aktivitas ibadah ritual sekalipun.

Sikap profesional merupakan sikap yang harus dimiliki oleh semua orang. Lho? Ya, karena dalam setiap apapun yang dilakukan maka perlu bersikap profesional. Profesional adalah sikap dalam melakukan sesuatu secara unggul, tidak asal-asalan, melebihi standart umum. Sikap profesional tidak hanya milik para pekerja saja, atau orang yang memiliki jenjang karir. Sikap profesional harus dimiliki oleh ibu rumah tangga, istri, anak, pelajar, mahasiswa bahkan pegawai. Conto mudahnya untuk menyapu saja perlu dilakukan secara profesional.

Mengapa harus profesional . Jawabnya karena Allah telah memberikan bentuk kepada manusia yang sebaik-baiknya (QS S At Tiin : 4), tidak hanya baik saja, tetapi yang sebaik baiknya. Oleh karena itu sikap manusia juga yang sebaik-baiknya.

Apa syaratnya agar bisa bersikap profesional?

Yang pertama perlu adanya keterbukaan, baik terbuka terhadap pikiran, perasaan dan pengalaman. Kalau tidak tahu, perlu bertanya kepada orang lain, tidak bersikap sok tahu agar terbuka pikiran. Dalamnya laut dapat diduga dalamnya hati siapa tahu, sehingga kalau ada perasaan yang dimiliki terhadap suatu hal perlu disampaikan secara terbuka kepada orang lain. Keterbukaan pengalaman berfungsi agar dapat mengambil hikmah dari pengalaman yang pernah dialaminya.

Yang kedua perlu adanya kesadaran, terhadap kekurangan, kelebihan dan keadaan diri sendiri. Kekurangan perlu disadari agar dapat terjadi pengurangan pada hal tersebut. Kelebihan perlu disadari agar dapat terus dikembangkan sesuai dengan potensi. Keadaan diri pada setiap orang berbeda, artinya ada keadaan diri yang dapat dirubah dan ada keadaan diri yang tidak dapat diubah. keadaan diri yang tidak dapat diubah, misalnya warna kulit, asal orangtua, jenis rambut dll.

Ketiga kesungguhan. Artinya dalam mengerjakan sesuatu perlu dilakukan secara bersungguh-sungguh, disiplin, tekun dan konsisten. Kalau tugas yang dilaksanakan yang terbaik hanya dilakukan sekali-kali saja, maka tidak dapat dikatakan profesional. Kesungguhan itu perlu dilakukan setiap saat.

Keempat, adalah kesediaan merubah diri. Tidak ada gunanya ketiga hal di atas sudah dilakukan, tetapi hanya bersikap teori, yang akirnya membuat tidak bersedia untuk merubah diri. karena orang yang profesional harus mengikuti perkembangan jaman, sesuai dengan koridor yang ada. Baik koridor agama atau norma masyarakat dan norma sosial. Sikap yang kolot, kaku, apatis dapat memperlambat terjadinya sikap profesional. Oleh karena itu orang yang profesional akan memiliki perilaku yang menunjang untuk bisa bersikap profesional, misalnya suka membaca, dinamis, tidak kaku, fleksibel dan motivasi untuk berprestasi yang tinggi.

Keempat hal tadi merupakan prasyarat agar bisa bersikap profesional. Tidak boleh ada yang ketinggalan, artinya kalau hanya tiga sikap yang dimiliki maka akan sulit untuk bersikap profesional. Oleh karena itu marilah kita kembangkan keterbukaan, kesadaran diri, kesungguhan dan kesediaan untuk merubah diri agar dapat tercipta optimalisasi potensi diri dan dapat menjadi manusia yang terbaik. (rijal)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: