Ramadhan Penuh Berkah

4 08 2011

Sosialisasi program dan permohonan

Assala_mu’alaikum. Wr. Wb
Alhamdu lillah, shola_tan wasala_man lirosu_lillah, wa’ala_ a_lihi wa’ashahbih, amma ba’du ;

Sehubungan dengan datangnya bulan suci Romadhon, maka tiba pula saatnya kita ummat islam untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah- ibadah lain dengan sebaik- baiknya.

Oleh karena itu dalam bulan Romadhon ini Sekolah Harapan Mulia di bawah koordinasi Team Al Qur’an- Al Islam, seluruh Head Master serta HRD dan OSIS, membuat program sbb: Baca entri selengkapnya »

Iklan




Sumpah Pemuda ke-82

30 10 2010

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Baca entri selengkapnya »





Melatih Anak Usia Dini Berpuasa

23 08 2010

Pendidikan agama berfungsi menanamkan keimanan pada diri anak sebagai bekal kehidupannya di masa depan. Keimanan adalah modal utama untuk mengembangkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient), Kecerdasan spiritual tidak boleh dianggap remeh dalam kehidupan. Ia berfungsi sebagai semacam life-skill (kecakapan hidup) untuk membangun kehidupan berkualitas. Baca entri selengkapnya »





Fasilitas Kami

28 07 2010

Ruangan Mulitimedia, Alhamdulillah, Sungguh menyenagkan belajar di ruang multimedia SD, SMP dan SMA Harapan Mulia, dengan fasilitas seperti AC, infokus, dan ruangan yang berkarpet membuat suasana menjadi nyaman. Baca entri selengkapnya »





IMPLEMENTASI KBK – (Bag. 1)

6 08 2007

IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)

Pendahuluan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disebut Kurikulum 2004, mulai diberlakukan secara berangsur-angsur tahun ajaran 2004-2005, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum 2004 diberlakukan sebagai pengganti Kurikulum 1994

Kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian merupakan tiga dimensi dari sekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Kurikulum merupakan penjabaran dan tujuan pendidikan yang menjadi landasan proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum. Penilaian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kurikulum.

Seorang guru professional harus Menguasai ketiga dimensi tersebut, yaitu penguasaan kurikulum termasuk di dalamnya penguasaan materi, penguasaan metode pengajaran, dan penguasaan penilaian. Apabila guru memiliki kelemahan dalam satu dimensi, tentunya hasil belajar akan kurang optimum.

Karena itu perubahan kurikulum harus diantisipasi dan dipahami oleh berbagai pihak, karena kurikulum sebagai rancangan pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran, yang akan menentukan proses dan hasil pendidikan.

Perubahan kurikulum dari kurikulum berbasis isi ke kurikulum berbasis kompetensi berimplikasi pada terjadinya perubahan paradigm pada proses pembelajaran, yaitu dari apa yang harus diajarkan (isi) menjadi apa yang harus dikuasai peserta didik (komptensi).
Perubahan kurikulum tersebut tidak hanya sekedar mengakibatkan terjadinya penyesuaian substansi materi dari format kurikulum yang menekankan pada isi ke kurikulum yang menekankan pada tuntutan kompetensi, tetapi juga terjadi pergeseran paradigm dari pendekatan pendidikan yang berorientasi masukan (input oriented education) ke pendekatan pendidikan yang berorientasi hasil atau standar (outcome based education)

Perubahan kurikulum tersebut juga membawa implikasi terhadap cara guru mengajar (proses pembelajaran). Semula guru lebih menekankan pada selesainya pokok bahasan (isi), tetapi melupakan hasil. Dengan Kurikulum 2004, yang menekankan pada kompetensi (berbasis kompetensi), pendidikan lebih ditujukan kepada hasil dengan metode yang bervariasi.

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





IMPLEMENTASI KBK – (Bag. 2)

6 08 2007

Komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Pada KBK terdapat tiga komponen utama, yaitu :
1. Standar Kompetensi
2. Silabus
3. Persiapan mengajar

Kompetensi
Kompetensi yang ingin dicapai oleh suatu sekolah perlu didiskripsikan secara jelas dan tertulis, baik yang menyangkut kemampuan intelektual, sosial, emosional, moral maupun kemampuan spiritual untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan visi dan misi sekolah.

Sedikitnya terdapat Sembilan kompetensi dasar yang perlu dikembangkan dalam implementasi Kurikulum 2004 di sekolah, agar peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik dan mendayagunakan hasil pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
1. Kompetensi dasar iman dan taqwa
2. Kompetensi dasar bahasa asing (Inggris)
3. Kompetensi dasar komputer dan internet
4. Kompetensi dasar tata karma dan budi pekerti
5. Kompetensi dasar komunikasi dan teknologi
6. Kompetensi dasar penelitian
7. Kompetensi dasar organisasi
8. Kompetensi dasar kemasyarakatan
9. Kompetensi dasar kewirausahaan

Silabus
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang pengembangan kurikulum yang mencakup kegiatan pembelajaran, pengelolaan kurikulum berbasis sekolah dan hasil belajar serta penilaian berbasis kelas. Silabus merupakan kerangka inti dari Kurikulum 2004 yang berisikan tiga komponen utama, yang dapat menjawab permasalahan, yaitu :
1. Kompetensi apa yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran
2. Kegiatan apakah yang harus dilakukan untuk menanamkan kompetensi tersebut
3. Upaya apa yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik

Silabus merupakan uraian yang lebih rinci mengenai kompetensi dasar, materi standar dan hasil belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik sehubungan suatu mata pelajaran.

Pengembangan silabus harus dilakukan secara sistematis, dan mencakup komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Beberapa komponen silabus yang harus dipahami antara lain:
1. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar dalam silabus berfungsi untuk mengarahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran
2. Materi standar
Materi standar dalam silabus berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada peserta didik dan guru tentang apa yang harus dipelajari dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
3. Hasil belajar
Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku yang akan dicapai oleh peserta didik, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji. Hasil belajar ini dapat berbentuk pengetahuan, ketrampilan maupun sikap.
4. Indikator hasil belajar
Indikator pencapaian hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya perubahan perilaku pada peserta didik. Tanda-tanda ini lebih spesifik dan lebih dapat diamati dalam diri peserta didik. Jika serangkaian indicator hasil belajar sudah nampak pada diri peserta didik, maka target kompetensi dasar tersebut sudah tercapai.
5. Penilaian berbasis kelas
Penilaian berbasis kelas (PBK) dalam silabus berfungsi sebagai alat atau strategi untuk mengukur hasil belajar peserta didik. PBK melalui pendekatan proses dan hasil belajar dapat dilakukan dengan mengumpulkan hasil kerja peserta didik (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), dan tes tertulis. Hasil PBK dapat digunakan untuk memperbaiki program pembelajaran, menentukan tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi dasar dan prestasinya, dan menentukan keberhasilan penerapan kurikulum secara keseluruhan.
6. Prosedur pembelajaran
Prosedur pembelajaran dalam silabus berfungsi mengarahkan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh peserta didik dan guru dalam membentuk kompetensi dasar. Dalam garis besarnya prosedur pembelajaran ini mencakup :
– Kegiatan awal (pembuka)
– Kegiatan inti (pembentukan kompetensi)
– Kegiatan akhir (penutup)
Dalam kegiatan akhir dapat dilakukan penilaian untuk mencek ketercapaian kompetensi dasar oleh peserta didik.

Persiapan Mengajar
Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang akan dilakukan. Dengan demikian persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi, yakni :
1. Kompetensi dasar
2. Materi standar
3. Indikator hasil belajar
4. Penilaian berbasis kompetensi

Tugas guru yang utama terkait dengan persiapan mengajar adalah menjabarkan silabus ke dalam persiapan mengajar yang lebih operasional dan rinci. Agar guru dapat membuat persiapan mengajar yang efektif dan berhasil guna, dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan persiapan mengajar, baik berkaitan dengan hakekat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan persiapan mengajar serta cara mengukur efektifitas persiapan mengajar.

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007





KIAT MEMILIH BAHAN AJAR – (Bag. 1)

6 08 2007
KIAT MEMILIH BAHAN AJAR

Masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru member bahan ajarterlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai oleh siswa.

Pembelajaran berbasis kompetensi didasarkan atas pokok-pokok pikiran apa yang ingin dicapai oleh siswa melalui kegiatan pembelajaran yang harus dirumuskan dengan jelas. Perumusan dimaksud diwujudkan dalam bentuk standar kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa.

Standar kompetensi berisikan standar materi dan standar isi. Standar materi berisikan jenis, kedalaman dan ruang lingkup materi pembelajaran yang harus dikuasai siswa. Standar isi berisi tingkat penguasaan yang harus ditampilkan siswa. Tingkat penguasaan itu misalnya harus 100% atau boleh kurang dari 100%.

Cakupan atau ruang lingkup serta kedalaman materi pembelajaran perlu diperhatikan agar tidak kurang dan tidak lebih. Urutan perlu diperhatikan agar pembelajaran menjadi runtut. Perlakuan (cara mengajarkan / menyampaikan dan mempelajari) perlu dipilih setepat-tepatnya agar tidak salah mengajarkan atau mempelajarinya (misalnya perlu kejelasan apakah suatu materi harus dihafalkan, dipahami atau diaplikasikan).

Oleh : Gunawan, A.Ma.Pd. (Kepala Sekolah SD Harapan Mulia)
Disampaikan pada pertemuan Guru SD Harapan Mulia, tanggal 4 Agustus 2007